10 Fakta Otak-otak Ikan Sei Enam, Kabupaten Bintan

Otak-otak ikan menjadi semacam kuliner yang wajib sobat jajal ketika berada di Kabupaten Bintan. Salah satu daerah yang sangat terkenal dengan jenis makanan ini ialah Sungai Enam.

Sekarang memang banyak pembuat otak-otak yang tersebar di Kabupaten Bintan. Bahkan saat sobat berkelana sampai ke Kota Tanjungpinang, penjualnya juga gampang ditemui.

Di pintu masuk Pelabuhan Sri Bintanpura misalnya, sobat akan mendengar riuhnya para penjual otak-otak merayu calon pembeli.

otak-otak-sei-enam-2
Foto - picuki.com/ @marendmaryanto

10 Fakta Otak-otak Ikan Sei Enam

Berikut ini adalah beberapa hal yang terkait erat dengan keberadaan kawasan otak-otak ikan di Sungai Enam.

1. Sungai Enam adalah Kelurahan

Nama Sungai Enam sendiri merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

Sungai Enam merupakan pesisir sehingga perjalanan ke daerah ini menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan mata. 

Jalan yang menuju lokasi sudah diaspal sehingga perjalanan menggunakan kendaraan pun terasa nyaman.

2. Ada Beberapa Pedagang

Sobat tidak hanya menemukan satu pedagang otak-otak ikan di sini. Ada beberapa warga yang memang berprofesi sebagai pembuatnya.

Diantaranya ada Salbiah atau biasa dipanggil Makwe yang memiliki warung Otak-otak Kak Ju & Makwe.

Ia meneruskan usaha mamaknya, sehingga bisa dikatakan apa yang dilakukannya sekarang merupakan warisan. Namun cita rasanya tetap mempertahankan yang asli sehingga otak-otak ikannya semakin dikenal.

3. Harganya Sangat Terjangkau

Menikmati makanan khas Sungai Enam ini rasanya tidak ada kenyangnya. Namun sobat jangan khawatir, harga yang ditawarkan cukup terjangkau kantong.

Rata-rata dijual Rp1.000 per biji untuk otak-otak ikan tenggiri. Sedangkan vairan lain yaitu berbahan daging sotong dijual dengan harga Rp1.500 per biji.

Jika sobat akan membelinya sebagai oleh-oleh dalam jumlah banyak, maka penjualnya akan memberikan diskon khusus.

4. Jenisnya Beragam

Warga penjual otak-otak di Sungai Enam membuat beberapa varian agar pembeli memiliki pilihan. Setidaknya ada tiga jenis atau varian yang ada, yaitu:

Otak-otak ikan dengan tekstur yang lembut, pedas dan manis jadi satu. Namun tetap saja rasa khas ikannya terasa kental. 

Otak-otak sotong dibuat dengan cara yang tak jauh berbeda. Bedanya yang ini dicampur dengan potongan-potongan kecil sotong atau cumi.

5 Sertifikat Halal MUI

otak-otak-sei-enam-1
Foto - hariankepri.com

Bagi sobat yang menyantap otak-otak Sungai Enam agaknya tidak perlu khawatir. Tempat wisata kuliner ini dijamin kehalalannya.

Para pedagang sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri. Selain itu juga memiliki izin produksi pangan industri dari Pemerintah Kabupaten Bintan tertanggal 3 Maret 2011 lalu.

6. Pesanan Minimal Rp50.000

Seperti disingung sedikit di atas, di sini sobat bisa makan di tempat akan membawanya pulang. Bagi pembelian minimal Rp50 ribu maka sudah mendapatkan potongan harga.

Sobat tidak perlu bingung membawanya karena ia akan dimasukkan kardus dan aman dibawa dengan kantong plastik.

7. Termasyhur ke Negara Tetangga

Otak-otak Sungai Enam memang terkenal kelezatannya, sehingga penikmatnya bukan hanya lokal. Tak sedikit pengunjung dari luar Pulau Bintan/

Warga Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura pun tak sedikit yang ingin merasakan kelezatan otak-otak Sei Enam ini. 

Jadi sobat jangan heran saat datang melihat rombongan warga negara tetangga antre menikmati sajian makanan yang dibakar di atas bara ini.

8. Sumber Perekonomian Keluarga

Berjualan otak-otak ikan bukanlah pekerjaan sampingan bagi para penjualnya di Sungai Enam. Karena dari usaha ini terbukti mampu menopang perekonomian keluarga.

Mak Uwo atau Makwe misalnya, dulu warung yang dikelola ibunya hanya terpal sederhana. Sekarang sudah dibangun menjadi warung permanen.

Hari biasa penghasilannya bisa Rp500 ribu - Rp700 ribu. Sementara kalau tanggal merah yang artinya itu liburan, penghasilannya bisa mencapai angka Rp5 juta sehari.

9. Dibungkus Daun Kelapa

Otak-otak ikan di Sungai Enam menggunakan daun kelapa sebagai pembungkusnya. Ini berbeda dengan otak-otak di daerah lain.

Dengan begitu, bentuknya pipih bukan bulat seperti sosis. Adonan mentahnya dimasukkan ke daun kelapa lalu dirapatkan dan dibakar berjajar di perapian.

10. Dekat Tempat Ibadah

Aduih, baru antre otak otak ikan di Sungai Enam sudah masuk waktu zuhur atau ashar. Jangan gusar sobat, di depan warung adalah lapangan kampung.

Di ujung lapangan adalah Masjid Attaqwa yang cukup besar. Silakan sobar beranjak ke masjid dengan berjalan kaki.

Ah, nikmatnya otak-otak ikan Sungai Enam. ***

0 Response to "10 Fakta Otak-otak Ikan Sei Enam, Kabupaten Bintan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel