Kota Lama Semarang, Makin Lama Makin Disayang

SEMARANG, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah memiliki salah satu wisata sejarah berupa kawasan gedung-gedung tua yang dinamakan Kota Lama. Yang lama-lama memang bisa menjadi sesuatu yang dikangeni, begitu pula dengan Kota Lama Semarang. Setiap hari, bukan hanya libur, tempat ini menjadi daerah kunjungan wisata.

kota lama semarang 1
Sumber foto instagram/riodewanto
Mengunjungi Kota Lama serasa dibawa kembali ke zaman dahulu. Meski bangunannya dibuat oleh Belanda, namun sampai kini masih bisa dilihat kekuatannya. Bangunan-bangunan itu masih kokoh berdiri, justru terlihat begitu menantang di tengah kemajuan zaman dan gedung-gedung baru di sekitarnya.

Bahkan ada kesan Belanda kecil, karena memang didesain dan diwujudkan oleh para arsitek Belanda. Sobat wajib tahu, kota ini pada zaman Belanda memang dibangun sebagai tempat masuknya barang-barang komoditi yang dijual ke Eropa.

Tanpa Tiket Masuk

Kota Lama Semarang dibuka 24 jam penuh, dan sobat traveller bisa mengunjunginya kapan saja tanpa harus mengeluarkan uang untuk tiket tanda masuk. Berbeda jika sobat masuk ke sejumlah lokasi, seperti tiga dimensi Old City, harus membayar tiket masuknya untuk bisa sepuas hati foto dengan begitu banyak latar buatan yang unik dan kreatif habis.

Setidaknya sudah berkurang satu pertanyaan tentang berapa sih tiket masuk ke kawasan Kota Lama Semarang? Dengan demikian cocok untuk mengajak keluarga menikmati aneka suguhan di tempat ini.

Jangan Kesasar, Ya

Kota Lama Semarang berada di Jalan Gelatik No. 35, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. 50137. Untuk bisa sampai ke sini, sobat bisa menggunakan moda transportasi kereta api, pesawat dan bus.

Bila sobat pergi ke Semarang dengan kereta, pilihlah pemberhentian Stasiun Tawang. Jarak Kota Lama dengan Tawang kira-kira 1,7 kilometer atau bisa ditempuh selama 10 menit perjalanan. Banyak angkutan kota, sobat bisa memilih rute ke Pengapon. Bisa juga menggunakan jasa TransSemarang atau Trans Jawa Tengah  dengan ongkos kurang lebih Rp4 ribuan.

Sobat traveller sudah tiba di Terminal Bus Terboyo? Silakan pilih angkutan umum yang akan membawa sobat ke 4,7 kilometer jarak menuju Kota Lama, Yah sekitar 20 menitanlah. Rutenya bisa melalui Kaligawe Raya dan Jalan Raden Patah. Sementara bila dari Bandara Ahmad Yani membutuhkan waktu 25 menit dengan jarak 14,5 kilometer.

Spot Foto Klasik

Rugi rasanya jika sobat sudah tiba di Kota Lama semarang jika tidak menyusuri kenangan masa lalu. Ada banyak bangunan yang bentuknya tak selalu sama di kawasan ini. Setiap sudutnya adalah sejarah. Jalan-jalannya, pepohonan dan keramahan warga Jawa Tengah akan menjadi kenangan di hati.

Yang ingin swafoto, tinggal langkahkan kaki dam klik klik klik. Jangan lupa untuk mengunggahnya ke media sosial agar Kota Lama semakin banyak diketahui orang.

kota lama semarang 2
Tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab berfoto di Kawasan Kota Lama semarang. Sumber foto - instagram/najwashihab
Untuk mengetahui sejarah dan segala hal tentang Kota Lama, sobat bisa mendatangi pusat informasi turis yang terletak di Jalan Branjangan atau berseberangan dengan Dream museum Zone. Sobat akan mendapatkan penjelasan secara lengkap. Jadi pulang dari liburan mendapatkan tambahan wawasan deh hehe. Juga ada pemandu wisata di setiap gedung tua.

Kayuh Sepeda Onthel

Tentu sangat pas menyusuri Kota Lama buatan Belanda dengan mengayuh sepeda onthel. Awas, jangan mengambil rute sembarangan ya, nanti naik sepeda onthel hanya karena ingin mencari warung sate yang enak.

Rite sepeda onthel ini sudah ditenukan, jadi sobat tinggal mengikutinya. Rute diatur sedemikian rupa sehingga kenangan Kota Lama dapat dirasakan secara lengkap.

Kilas Balik Kota Lama

Sekarang kita mundur ke balakang untuk mengetahui sejarah Kota Lama. Kawasan ini di bangun pada tahun 15 januari 1678 saat Trunojoyo memberontak. Belanda berhasil menggagalkannya sehingga Mataram berhutang budi. Imbalannya, Belanda mendapatkan pantai utara jawa kepada VOC. Kemudian, mereka membangun benteng yang diberi nama vijfhoek.

Awalnya benteng ini digunakan sebagai permukiman. Lama kelamaan warga belanda semakin banyak hingga dibangunlah gedung dan perkantoran yang terletak di seberang benteng. Fungsi dari benteng ini untuk kegiatan militer yang mempunyai  5 menara pengawas yang diberi nama Amsterdam, Ramsdonk, Utrecht, Bunschoten, Zeeland.

Karena penduduk China semakin padat, nelanda memindahkan lokasinya di sebelah kompleks tempat tinggal mereka agar lebih mudah dalam melakukan pengintaian. Naga-naganya geger Pecinan pun meletus. VOC berhasil menguasai seluruh wilayah itu. Untuk melindungi wilayahnya, dibangunlah deretan benteng. Namun pada 1824 benteng dibongkar karena tidak sesuai dengan perkembangan kota Semarang.

Untuk mengenang pembuatan benteng ini dibangunlah nama-nama jalan. Nama jalan itu sekarang diubah semuanya. Dari sinilah cikal bakal sebutan Little Netherland dikenal.

Wajib Dikunjungi

Di Kota Lama ada beberapa bangunan legendaris yang sayang untuk dilewatkan. Ada gereja blenduk yang masih kokoh berdiri yang merupakan gereja tertua di Jawa Tengah. Lalu mampirlah ke Taman Srigunting yang memenuhi ruang terbuka hijau.

Salah satu, seperti yang saya sebutkan di atas ialah 3D museum art yang berfungsi melengkapi kebutuhan selfie anda dengan berbagai macam gambar 3D sehingga, hasilnya terlihat sangat nyata.

Bila belum puas, mendekatlah ke Semarang Art Tempo Gallery. Di sini sobat bisa menyaksikan kesenian lukis yang begitu menawan.. Ada puluhan karya seni, mulai dari seni lukis, foto, dan patung terpampang di lokasi ini. Lalu jangan lewatkan Pasar Klitikan Semarang.

Temukan koleksi barang-barang antik dengan harga terjangkau. ***

0 Response to "Kota Lama Semarang, Makin Lama Makin Disayang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel