Santuy Yuk... Wisata ke Pantai Pasir Putih di Pulau Bintan


pantai pasir putih
PULAU Bintan di Provinsi Kepulauan Riau, dulu dikenal sebagai penghasil bauksit. Itu dulu. Sekarang, berubah menjadi penghasil devisa melalui pariwisata. Salah satu keunggulannya karena pantai pasir putih yang ada di wilayah timur dan utara

Pantai di wilayah timur dan utara ini bersentuhan langsung dengan Laut Natuna Utara (dulu Laut China Selatan). Hempasan ombak dan gelombangnya di pantai sangat terasa di musim utara (akhir tahun).

Akan tetapi di musim lainnya, semilir angin dan ombaknya bisa meninabobokkan siapapun yang bersantai di pantai yang berpasir putih. Dan, halus. Pasirnya memang halus dan terasa lembut di kulit.

Keunggulan kawasan pantai inilah yang menjadi salah satu keunggulan pariwisata di Pulau Bintan. Selain, keunggulan lainnya seperti letak geografisnya.

Pulau ini memang berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia dan Singapura. Sehingga memudahkan mobilitas semua wisatawan mancanegara yang datang.

Ada beberapa pantai pasir putih di Pulau Bintan, yang wajib dikunjungi. Jika berpelesiran ke daerah ini. Pantai itu, adalah:

1. Pantai Trikora III


Pantai yang panjangnya puluhan kilometer ini, terletak di kawasan pesisir timur Pulau Bintan. Dari Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, jaraknya sekitar 60-an Km.

Jalan menuju ke kawasan ini beraspal mulus. Dan nyaris tidak ditemukan satu lubang pun di jalan rayanya. Dengan menggunakan mobil bisa ditempuh sekitar 1 jam.

Sejumlah kawasan pantainya sudah menjadi resort. Sebagian lainnya masih alami, sejumlah lagi dikelola desa dan terbuka untuk umum.

Di antaranya Pantai Trikora III yang berjarak sekitar 50 Km dari Bandara RHF. Selain pantai pasir putih yang lembut, lokasi ini dihiasi juga dengan batu granit.

Itu sebabnya tempat ini sangat sesuai untuk obyek foto dan sangat instagramable. Dari sudut manapun semua latar belakang foto terlihat sangat indah. Apalagi di saat cahaya matahari sudah mulai soft.

Di samping sangat cocok untuk menikmati hangatnya air laut. Untuk bilas juga tersedia kamar mandi sederhana.

Malah sangat sederhana, tapi cukup untuk membuat tubuh kembali segar. Setelah direndam air laut yang hangat.

Untuk beristirahat setelah bermain air laut ada pondok sederhana yang disewakan dengan harga di bawah Rp50 ribu. Durasinya, suka-suka yang duduk di situ. Mau sebentar boleh. Mau seharian juga boleh.

2. Pantai Trikora IV


Pantai ini sebenarnya menyatu dengan Pantai Trikora III, akan tetapi dibatasi oleh tanjung kecil. Dan, adanya resort yang berada di antaranya. Juga karena ada bagian pantai yang masih perawan, belum terjamah pengunjung.

Jaraknya dari Pantai Trikora III hanya beberapa kilometer lebih jauh. Perbedaan besar Pantai Trikora III dengan Pantai Trikora IV adalah panjangnya.

Pantai Trikora IV panjangnya berkilometer dan nyaris semuanya terbuka untuk umum. Di pantai ini juga tersedia kamar mandi dan juga musala serta penginapan sederhana.

Tempat ini sangat sesuai untuk refreshing, obyek foto dan sangat instagramable. Selain untuk bermain pasir dan berenang.

Mengingat wilayahnya yang berhadapan dengan Laut Natuna Utara, aktivitas berenang harus mengikuti petunjuk petugas penjaga pantai.

Pantai ini mendapatkan nama Trikora, karena pertelingkahan dengan Malaysia di awal tahun 1960-an. Kawasan ini menjadi basis atau pangkalan Indonesia yang tengah berkonfrontasi dengan Malaysia.

Sejak itulah nama kawasan pesisir ini disebut dengan Pantai Trikora.

3. Pantai Lagoi


Wilayah Lagoi di utara Pulau Bintan yang hanya berjarak sepenanakan nasi dari Singapura dan Malaysia, adalah surganya pantai berpasir putih. Kini, ada sejumlah resort dunia berbintang lima di kawasan Lagoi.

Keindahan kawasan pantainya dan eksklusifitasnya menjadi jualan utama resort-resort itu. Karenanya, nyaris seluruh kawasan pantainya tak lagi terbuka untuk umum.

Walau begitu ada kawasan yang dibuka untuk umum, yakni pantai Lagoi Bay di sekitar Teluk Lagoi. Panjang pantainya yang berpasir putih berkilometer.

Beda dengan Pantai Trikora, pantai Lagoi Bay lebih tertata. Fasilitas MCK pun tersedia dengan standar hotel berbintang.
Tempat perbelanjaan pun tersedia dan juga dengan standar hotel berbintang.

Sebagai kawasan yang dikelola profesional, tempat ini sangat sesuai untuk berbagai aktivitas pelesiran. Termasuk melaksanakan olahraga air seperti kite surfing.

Untuk obyek foto pun sangat pantas sekali. Apalagi, untuk dipajang di Facebook atau Instagram.

Pantai ini berjarak sekitar 64 Km atau sekitar 1 jam 15 menit dari Bandara RHF Tanjungpinang. Dan seluruh jaringan jalannya beraspal mulus nyaris tanpa lubang.

4. Pantai Tanjungsiambang


Pantai lainnya yang juga berpasir putih, adalah Pantai Tanjungsiambang di Tanjungpinang. Dari Bandara RHF jaraknya hanya sekitar 12-an Km.

Meski sama-sama berpasir putih, namun kawasan ini belum dikelola dengan baik. Bahkan, terkesan asal saja. Selain itu, pantai pasir putihnya tak selebar di Pantai Trikora dan Pantai Trikora.

Walau kurang bisa dijadikan tempat berendam atau berenang di air laut. Tapi keindahan pantai ini tetap menarik dan instagramable.

Keindahan kawasan pantai ini yang jadi magnet datangnya ratusan ribu wisman ke Pulau Bintan di tahun 2019. Dan membuat Provinsi Kepri jadi pintu masuk terbesar kedua wisman ke Indonesia. Setelah Bali.

Rinciannya, Bali sekitar 38,47 persen, Kepri sekitar 17,37 persen dan Jakarta sekitar 15,21 persen. Kemudian, daerah lainnya sekitar 28,95 persen.

Itu data dari Januari 2019 - 2019. Data kunjungan Desember 2019 belum masuk. Padahal, di saat akhir tahun nyaris semua hotel dan resort di pulau Bintan penuh dengan wisman.

Indahnya pantai di pulau ini, jadi magnet yang akan terus didatangi wisatawan dari dalam dan luar negeri. So, santuy yuk ke pantai pasir putih di Bintan. ***

0 Response to "Santuy Yuk... Wisata ke Pantai Pasir Putih di Pulau Bintan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel